Subuh
5:40
Syuruk
7:04
Zuhur
1:11
Asar
4:36
Maghrib
7:16
Isyak
8:30

Jokowi diminta 'menjauhi' parti

Teka Kata
Uji pengetahuan anda dalam bahasa Melayu
=
Pilih perkataan yang betul
Betul!
Salah!
Cuba lagi! Markah anda: Bagus! Markah anda: Hebat! Markah anda: Out Of 3
Dunia
28
0

Jokowi diminta 'menjauhi' parti

May 10, 2015 | 07:07 PM

JAKARTA: Hasil tinjauan terbaru yang dijalankan terhadap kepimpinan Presiden Indonesia, Encik Joko Widodo atau lebih mesra dengan panggilan 'Jokowi' menunjukkan rakyat ingin beliau untuk berada "tidak terlalu dekat berhubungan dengan PDI Perjuangan".

Ini meskipun Parti Demokratik Indonesia-Perjuangan itu mengusung tokoh perniagaan itu menjawat jawatan presiden.

Laporan laman berita Kompas.com menyatakan, hasil tinjauan yang dijalankan oleh Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia menunjukkan sebanyak 34.4 peratus atau lebih tiga dari setiap 10 mereka yang memberikan maklum balas menginginkan Jokowi sebaiknya menjaga jarak dengan PDI-P.

"Menurut rakyat, Jokowi harus jaga jarak dengan PDI-P. Mungkin waktu Jokowi pindah ke Istana Bogor banyak yang senang ini," ujar pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Encik Hendri Satrio dalam diskusi di Jakarta, semalam.

Encik Hendri mengatakan, responden melihat Jokowi masih sukar melepaskan pengaruh PDI-P atas sejumlah keputusan yang dibuat atas pertimbangannya.

Ia menambahkan, hasil tinjauan itu juga menunjukkan bahawa masyarakat berharap Jokowi dapat berdikari dalam mengambil sesuatu keputusan.

Sementara itu, sebanyak 32.2 peratus responden menilai presiden ke-7 Indonesia itu sebagai " berhubungan baik dengan PDI-P".

Sejumlah 33.4 peratus enggan memberi maklum balas.

Dalam pada itu, sejumlah 60.7 peratus mereka yang ditinjau menilai Jokowi sebagai masih mendapatkan pengaruh dari PDI-P.

Menurut pengamat politik Indonesia, Encik Agus Pambagyo, ini mencerminkan tanggapan masyarakat yang menilai Jokowi tidak mandiri.

"Masyarakat sadar bahwa yang mengusung presiden kan parti. Tapi dinilainya presiden belum mandiri. Ini pandai-pandainya presiden saja berhubungan dengan partinya," kata Encik Agus.

Tinjauan bertajuk "Pesan Rakyat untuk Jokowi-JK" itu dilakukan antara 24 hingga 30 April lalu yang mencakupi 450 orang. - Kompas.com

Video Baru

Teka Kata

=
Pilih perkataan yang betul
Betul!
Salah!
Cuba lagi! Bagus! Hebat! Markah anda: Out Of 3