Sedia hadapi tuntutan ganti rugi jika sebut 'bom'

JAKARTA (Indonesia): Jangan sesekali menyebut "bom" ketika berada di lapangan terbang atau di dalam pesawat, biarpun ia dilakukan secara gurau kerana ia boleh menyebabkan anda menghadapi tuntutan ganti rugi yang tinggi di Indonesia.

Memberikan amaran itu, Ketua Pengarah Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Indonesia, Encik Agus Santoso berkata, pihak penerbangan berhak menuntut kerugian kepada penumpang yang melakukan candaan bom di pesawat kerana kini sendaan mengenainya semakin galak.

"Bagi yang bercanda dengan mengatakan membawa bom atau apapun itu, sehingga membuat operasional terganggu. Airline dan airport bisa menuntut punishment berupa mengganti kerugian," ujar Encik Agus di Gedung Angkasa Pura II, Jakarta, yang ditukil laman berita Merdeka.com semalam.

Malah, Encik Agus sendiri mengakui candaan bom oleh penumpang pesawat akhir akhir ini semakin sering terjadi.

Pada bulan Mac sahaja, ada dua candaan bom yang terjadi, sehingga mengakibatkan tertundanya jadual penerbangan. Tidak hanya itu, pihak penerbangan sebagai penyedia layanan harus ditugaskan dengan mencari penerbangan lain untuk mengangkut penumpang ke daerah tujuan.

"Syarikat penerbangan juga harus cari pesawat untuk segera mengangkut penumpang. Gara-gara candaan itu seluruh penumpang bersama anak kapal juga mengalami rugi waktu, kerana pelepasan pesawat perlu ditangguhkan," ungkapnya.

Pengarah Utama PT Garuda Indonesia, Encik Arif Wibowo pula mengatakan, tuntutan penggantian kerugian memang harus dilakukan supaya menimbulkan kesan "serik" ke atas masyarakat.

Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa candaan bom mengakibatkan pelayanan penerbangan terhambat.