Semalam tanpa rela kau ucapkan salam perpisahan pohon tua yang kesepian dan sedihnya warna senja ia cukup tahu bila kesementaraan itu memandang matamu mencari akar-akar yang melilit jejak kakimu ragamu menanggalkan ranting-ranting dari jarak usiamu kau cemburukan gunung yang ada puncak gemilangnya kau ingin menjadi angin yang berpindah setiap musim
lalu kau pun bersedih bersama kenangan manismu. Jangan kau tanya...






