Penangkapan 11 suspek oleh pasukan antipengganasan Densus 88 menunjukkan ancaman pengganasan masih wujud meskipun Indonesia tidak mencatat sebarang serangan sejak beberapa tahun lalu.
Ancaman itu kini beralih ke ruang digital apabila generasi baharu militan menggunakan Internet untuk menyebarkan propaganda dan merekrut anggota.





