Premium
Madah-Madah Terakhir Seorang Pujangga
Oct 30, 2017 | 5:30 AM
WAYAR-WAYAR harapan masih melilit tubuh lesuku. Monitor graf turun naik pernafasanku seperti sudah tidak menentu. Tiba-tiba gunung ilham menjadi bukit bukau bungkam. Tiba-tiba sungai inspirasi menjadi kering merintih tidak bertepi.
Ilham namaku. Ilham mencari kespontanan. Ilham memburu sang pujangga yang kini kian membisu. Jalur-jalur energi kosa kata yang dulu pernah menjadi penduduk tetap di kalbuku kini seakan berhijrah mencari benua akli yang baharu di tubuh-tubuh seni lain yang menunggu.


