Engkau penenun puisi menjahit lembaran mastuli menyulam bebenang erti indah halus mewangi

Luahanmu enak menawan bak asap disedut dan dilepaskan dari sebatang keretek kenikmatan Kepenyairanmu sememangnya mantap berdiri memencar kilauan kecintaan

Biarpun engkau menyatakan penyair itu bukanlah wali atau nabi

Engkau penenun puisi tidak tersangkal lagi kendati waktumu singkat sekali nama dan karyamu tidak mati rohnya hidup sehingga kini.

ISMAIL HUSSAIN