JAKARTA: Menteri Penyelaras Ehwal Politik, Undang-Undang dan Keselamatan Indonesia, Encik Mohammad Mahfud MD, meminta para pemimpin agama memberi sokongan untuk "mempercepat perjalanan vaksinasi Covid-19" di negara itu.
"Kami memerlukan sokongan dan perantara ulama, penjaga asrama Islam dan pemimpin agama... untuk mempercepat vaksinasi warga," katanya dalam pertemuan virtual dengan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, serta Gabenor Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Turut sama dalam pertemuan itu adalah penjaga sekolah-sekolah asrama; pemimpin organisasi massa agama dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah.
Encik Mahfud juga meminta masyarakat Jawa Tengah untuk bekerja sama dalam meningkatkan disiplin bagi mengikuti protokol kesihatan.
Ini di samping memperkukuhkan kolaborasi berdasarkan kesedaran bersama untuk memastikan langkah berkesan dalam membendung penyebaran Covid-19, katanya.
"Jangan biarkan organisasi massa agama dan sosial bekerja sendiri. Marilah kita memperkuat kerjasama (antara kita)," katanya dalam satu kenyataan media.
Ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesihatan adalah kerana kurangnya pengetahuan dan kesan berita palsu.
Oleh itu, pendekatan budaya dan persona diperlukan, katanya.
"Intinya adalah kita akan bekerjasama. Saya akan membuat susulan lanjut berkaitan dengan berita palsu di media sosial. Mari kita bekerjasama," katanya.
Indonesia berusaha memberi vaksin kepada 208 juta warganya untuk membangun kekebalan kelompok terhadap koronavirus di bawah usaha vaksinasi di seluruh negara, yang dilancarkan pada Januari lalu.
Sejumlah 20.1 juta warga Indonesia telah menerima dua dos vaksin Covid-19 sehingga Jumaat lalu, menurut Pasukan Petugas Respons Covid-19.
Jumlah warga Indonesia yang menerima satu dos vaksin mencapai 45.8 juta orang. - Agensi berita.


Anda ada maklumat mengenai sesuatu berita menarik?
E-mel: bhnews@sph.com.sg