Tatkala sudah bijak mengenal huruf kita menyusun aksara tanpa teragak-agak menjadi kata yang berkuasa lalu meletakkannya berlapis-lapis di antara satu sama lain bagi memberi makna pada keinginan yang berbeda dalam kalimat ayat berkeramat mencambahkan azimat pembicaraan akal dalam kehendak dunia nyata maka ada yang tercipta puisi gembira ada yang mencambah madah bergundah gulana ada yang menongkah rangka-rangka pandangan hidup semesta...





