Aku susuri sunyi malam, di bibirmu ada darah luka yang mengalir ke laut. Biarpun begitu, kau merasa asyik dan pasrah dikucup ombak yang melandai, membiarkan anak-anak ikan tamban berenang mengejar bulan yang tenggelam di dadamu. Sepoi bayu tidak meredakan kebisingan selorong jalan itu, berbondong-bondong lelaki perempuan tergelak, di sana sini orang-orang sibuk mencari dirinya di bawah tiang lampu dan akhirnya...






