Akhirnya aku datang. Berdiri di hadapan rumah-Mu. Kuketuk pintu-Mu tapi kau tiada. Ada suara yang mengaum-mengaum bagai tebuan. Di depan. Di belakang. Di kiri. Di kanan. Mereka juga datang bertamu mencari-Mu. Mereka menadah tangan ke langit menampung darah yang jatuh dari awan merah. Menghirup setiap titisannya sampaikan rongga mereka berbau hamis.
Sewaktu di Lapangan Terbang Jeddah tadi, aku terhidu harum...






