Berkawanlah dengan hujan usah sesekali jadikannya lawan meskipun tanah hatimu tenggelam menjadikan kau rawan di sebalik galak deruan ada bisikan pesanan berharga terlalu mahal untuk dijual terlalu murni untuk dibeli betapa dari jendela kaca sukma teruslah merenungi dan mengamati betapa selagi darah panasmu mengalir di sungai jiwamu dalam diam diriuhkan bernas berfikir mengusir segala khuatir ingatlah, betapa hanya dengan taufan...





