SAJAK

Lukanya Tidak Lagi Berparut

Tidak selalu aku melihat wajahnya –
di tirai malam, berambutkan seekor serigala
matanya melingas, merenung wajahku cemas
tidak juga bulan, menemani setiap kembaranya
namun tidak ada kesempatan untuk aku menyapa.

Oh…! Tubuh-tubuh yang berdiri kaku –
di tembok malam, berbulukan seekor musang
lidahnya memanjang, menjilat lukaku hilang
tidak juga mentari, mengejar setiap bayangnya
kau memandang cemburu ketika aku membisu.

Galeri Foto