Satu kehilangan yang dirasakan ia menitiskan keringat dan darah demi tanah tercinta mengharungi gelombang dalam titian masa semata-mata bangkit semula

Di bawah bianglala dan menara cakerawala senyumannya terpaku pada tawarikh itu liku dan luka dijahit bersama disulam mesra menyatu jiwa

Ikuti topik ini:
Log masuk untuk ikuti