Premium
Pelopor
Apr 30, 2017 | 5:30 AM

-
Satu kehilangan yang dirasakan ia menitiskan keringat dan darah demi tanah tercinta mengharungi gelombang dalam titian masa semata-mata bangkit semula
Di bawah bianglala dan menara cakerawala senyumannya terpaku pada tawarikh itu liku dan luka dijahit bersama disulam mesra menyatu jiwa

