Di bawah sisa langit yang kian mengecil,
Singgahsana teguh berdiri, walau membatu dalam sepi,
Kuningnya bukan lagi tanda kuasa yang jahil,
Tetapi parut sejarah yang menuntut janji.

Tembok-tembok ini bak kuda-kuda kita yang teguh,
Menahan asakan zaman yang rakus dan menderu,
Seumpama kita yang tidak akan luruh,
Meski langkahnya sering dinoda debu.

Laporan berkaitan
Pergi seorang Srikandi BangsaMay 17, 2025 | 2:51 PM
Di sini di sanaMay 31, 2025 | 7:25 PM