Jauh dari tanah kelahirannya di Singapura, penggiat teater Melayu, Khairi Razaai, menemui suara barunya sebagai penyair di Melbourne, Australia.
Kini seorang pendidik dalam bidang seni visual dan komunikasi, Khairi, awal 50-an tahun, tidak pernah menyangka perjalanan menaiki tren dan bas ke tempat kerja akhirnya menjadi landasan lahirnya sebuah antologi puisi dwibahasa yang penuh makna, Tiga Rangkai.





