Subuh
5:46
Syuruk
7:06
Zuhur
1:12
Asar
4:32
Maghrib
7:16
Isyak
8:28

Merajut semangat laut yang sekarat di darat

Teka Kata
Uji pengetahuan anda dalam bahasa Melayu
=
Pilih perkataan yang betul
Betul!
Salah!
Cuba lagi! Markah anda: Bagus! Markah anda: Hebat! Markah anda: Out Of 3
Bahasa & Budaya
34
0

SAJAK

Merajut semangat laut yang sekarat di darat

Aug 07, 2022 | 05:30 AM

Letakkan pengayuhmu, tambatkan perahu, jemurkan jalamu yang dikoyak terumbu karang. Sampai kapan, anakku anakmu tak bisa memiliki selfon, komputer dan jauh sekali meluncur papan. Biarkan dunia tidak tahu, tapi mereka bisa berbicara dengan laut yang kau dan aku fikir begitu lama membisu. Anakmu anakku melihat aksara yang pecah bersama ombak seperti menolak maut ke gigi air. Dulu nyanyian yang lembut berlagu bersama deru angin laut sekarang sedang mencungap. Ia tidak lagi memintal ayat-ayat harapan seperti mana rumah-rumah pesisiran yang membuka pintu dan jendela di subuh hari, mereka tidak tahu anakku anakmu telah membuka pintu laut dan sekali gus pintu maut.

Dengarkan di telingamu, rasakan debaran laut yang tak bertepi, dengan mata hati yang terang walau cuaca berbalam dan bulan sepotong dilindungi awan. Kembalikan rasa berterima kasih pada alam. Relakan semangat yang masih terdampar itu pulang ke laut. Anakmu anakku sering melihat nafas-nafas yang terpenggal dan tinggal sekarat di darat. Mereka merindukan tembang dan syair warisan yang semakin rawan, lalu terbang melakar harapan di wajah bulan.

Letakkan pengayuhmu, tambatkan perahumu tapi ambillah jalamu yang sudah kering dan baru disirat semula. Tiada pantang larang untuk kita belajar dari anakmu anakku tentang laut yang ingin berbicara tanpa suara tapi banyak petanda yang sudah sampai di gigi air dan landai pantai. Tidakkah kita melihat bangkai ikan yang tidak bisa dimakan kerana keracunan? Marilah merajut semula buih-buih putih menjadi gelombang dan pulang ke laut dangkal yang jernih. Jangan bunuh rumpai laut dan lamun yang selama ini menjadi tempat berteduhnya anak-anak ikan. Kita perlu tebar semula jala hormat dan menghargai setiap nyawa hewan dan tumbuhan kerana mereka juga seperti kita, saling membantu dan memerlukan untuk hidup dengan penuh bersemangat.

Dengarkan suara hati yang sudah lama mati dan panggillah ia kembali dengan segala mantera, tembang dan doa para kiai, bomoh, pawang dan kewang. Walau mereka tidak mampu memulih kembali nyawa sekarat yang menanti maut di darat. Tidakkah kita melihat maut sudah mendekati rumah-rumah nelayan yang terbangun di pesisiran? Ia akan datang menjenguk ketika kita membuka pintu dan jendela menghadap angin laut. Benarlah, kita sudah hilang punca tentang jarah dan jatah bangunan industri yang melimbah racun toksik, plastik dan kotoran ke laut. Kerana pembangunan dan keinginan hidup melepasi kemiskinan, kita juga turut mengotori laut kita sendiri dengan segala macam kekotoran.

Letakkan pengayuhmu dan tambatkan perahu usangmu. Mari kita ikut anakku anakmu merajut kembali semangat laut yang sekarat dan masih terdampar di darat. Semangat itu harus diberikan nafas baru yang bisa bergelombang dan membusa putih buih. Kerana lautan itu adalah kehidupan dan busa putih bisa hilang seperti pernafasan.

HAMED ISMAIL

Video Baru

Teka Kata

=
Pilih perkataan yang betul
Betul!
Salah!
Cuba lagi! Bagus! Hebat! Markah anda: Out Of 3