Kukalungkan sisa iman ini
di leher Ramadan-Mu
berpaksi sesal sendu
yang luruh menggenang pilu
dari dada yang alpa dan lalai

Kutanggalkan pakaian serakah
dan dengan tubuh yang bergelumang noda
aku berselubung malu
mengetuk pintu-Mu
dengan tangan yang pernah berpaling

Untaian doaku masih berungas
tersekat di kerongkong dosa
namun aku tetap datang, oh Tuhan
membawa buih-buih hitam
dari lautan khilafku sendiri

Jika pintu maghfirah-Mu masih terbuka
biarlah aku tenggelam
bukan dalam hukum,
tetapi dalam keampunan-Mu
hingga tiada yang tinggal dariku
selain reda-Mu.

ZAINOL ABI

Laporan berkaitan
Kemuliaan Malam Nan DitentukanMar 22, 2025 | 1:54 PM
Mengharap Maghfirah-MuFeb 22, 2026 | 5:30 AM