Tatkala kita melangkah jauh ke dalam fasa kehidupan yang didominasi oleh algoritma dan kecerdasan buatan (AI), persoalan fundamental kembali menghantui: Adakah bahasa Melayu masih mempunyai tempat dalam ekosistem dunia moden hari ini?

Persoalan ini bukanlah sekadar retorik, melainkan manifestasi kebimbangan terhadap nasib bahasa ibunda kita yang kian terhimpit.