Selama bertahun-tahun, Encik Harjuna Mappe memendam harapan yang dirasakannya mustahil untuk dicapai.
Penduduk Singapura berusia 83 tahun itu ingin kembali ke tanah kelahirannya di Indonesia dan berjumpa dengan keluarga yang lama terpisah akibat perang di Sulawesi Selatan pada 1950-an.





